Rabu, 21 November 2012

Majas



Majas terdiri atas:
1). Majas Perbandingan;
2). Majas Pertentangan;
3). Majas Sindiran;
4). Majas Penegasan.

A. Majas Perbandingan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Ditinjau dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan dibagi menjadi:

1) Asosiasi atau Perumpamaan
Majas asosiasi atau perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana.
Contoh :
a) Semangatnya keras bagaikan baja.
b) Mukanya pucat bagai mayat.
c) Wajahnya kuning bersinar bagai bulan purnama

2) Metafora
Metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Metafora/métafora/ : Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan, misalnya tulang punggung dalam kalimat pemuda adalah tulang punggung negara
Contoh:
a)      Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
b)      Raja siang keluar dari ufuk timur
c)      Jonathan adalah bintang kelas dunia.
d)      Harta karunku (sangat berharga)
e)      Dia dianggap anak emas majikannya.
f)       Perpustakaan adalah gudang ilmu.

3) Personifikasi
Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.
Contoh:
a) Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
b) Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
c) Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut.

4) Alegori
Alegori adalah Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Alegori: majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh. Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
Contoh:
Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

5) Simbolik
Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
Contoh:
a)   Ia terkenal sebagai buaya darat.
b)   Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
c)   Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
d)   Melati, lambang kesucian
e)   Teratai, lambang pengabdian

6) Metonimia
Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.Pengungkapan tersebut berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
Contoh:
a) Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
b) Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
c) Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)

7) Sinekdok
Sinekdok adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
    Contoh:
(a) Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
(b) Per kepala mendapat Rp. 300.000.
b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
    Contoh:
(a) Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
(b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.

8. Simile:
Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai".
Contoh: 
Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

B. Majas Pertentangan 
Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Jenis-jenis Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.

1) Antitesis
Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.
Contoh:
a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.

2) Paradoks
Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.
Contoh;
a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.

3) Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.
Contoh:
a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

4) Litotes
Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.
Contoh:
a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya ini?

C. Majas Sindiran
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi menjadi:

1) Ironi
Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan denganmaksud menyindir.
Contoh:
a) Ini baru siswa teladan, setiap hari pulang malam.
b) Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca.

2) Sinisme
Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung.
Contoh :
a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu.
b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu.

3) Sarkasme
Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.
Contoh:
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!

D. Majas Penegasan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.

1) Pleonasme
Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.
Contoh:
a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.

2) Repetisi
Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.
Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.

3) Paralelisme
Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.
Contoh:
Cinta adalah pengertian
Cinta adalah kesetiaan
Cinta adalah rela berkorban

4) Tautologi
Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.
Contoh:
a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.

5) Klimaks
Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut dan makin lama makin meningkat.
Contoh:
a) Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak.
b) Ketua Rt, Rw, kepala desa, gubernur, bahkan presiden sekalipun tak berhak mencampuri urusan pribadi seseorang.

6) Antiklimaks
Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut yang makin lama menurun.
a) Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu.
b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.

7) Retorik
Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.
Contoh:
a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?
d. Majas Pertentangan


Macam - Macam Majas dan Contohnya
 Majas merupakan sebuah teknik khusus dengan cara menggunakan bahasa figuratif (bahasa yang digunakan secara ekspresif). Majas merupakan salah satu gaya bahasa. Walaupun hingga saat ini banyak masyarakat yang menganggap bahwa majas adalah gaya bahasa. Majas banyak digunakan dalam teks - teks sastra. Namun terjadang kita juga bisa menemukan majas dalam kehidupan sehari - hari dimana majas bertujuan untuk menekankan suatu hal tertentu.

Berikut ini adalah macam - macam majas dan contohnya:
 I. MAJAS PERBANDINGAN
 * MAJAS PERSONIFIKASI
Merupakan majas yang melukiskan suatu benda mati dengan memberikan sifat - sifat manusia kepada benda tersebut sehingga solah - olah benda tersebut adalah benda hidup.
Contoh: Adzan subuh pun bergema memanggil manggil umat Muslim untuk segera menunaikan ibadah Sholat Subuh

* MAJAS METAFORA
Majas Metafora adalah sebuah majas yang melukiskan sesuatu dengan melakukan perbandingan secara langsung dan tepat atas dasar sifat yang sama atau bisa juga yang hampir sama.
Contoh: Dewi rembulan telah bersemayam dengan cantiknya di peraduannya.

* MAJAS HIPERBOLA
Majas hiperbola adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan mengganti kalimat/kata yang sesungguhnya dengan kalimat atau kata - kata yang berlebihan dan lebih hebat pengertiannya.
Contoh: Seorang ayang membanting tulang demi menghidupi ke-8 anaknya.

* MAJAS LITOTES
majas litotes adalah sebuah majas yang menggambarkan sebuah keadaan dengan kalimat atau kata - kata yang memiliki arti yang berlawanan dengan arti yang sebenarnya. Fungsi dari majas litotes ini adalah untuk merendahkan diri.
Contoh: Apa yang telah kami lakukan untuk masyarakat sekitar sini hanyalah setitik air dalam samudra yang maha luas.
 * MAJAS ASOSIASI
Majas asosiasi adalah sebuah majas yang membandingkan sesuatu dengan keadaan yang lain karena terdapat persamaan sifat.
Contoh: Sungguh rupawan wajah gadis itu, laksana putri raja khayangan.

* MAJAS METONIMIA
Majas metonimia adalah sebuah majas yang menggunakan merk dagang atau nama barang untuk melukiskan sesuau yang dipergunakan sehingga kata / kalimat tersebut dapat berasosiai dengan benda secara keseluruhan.
Contoh: Segar sekali tenggorokan ini setelah minum segelas aqua

* MAJAS EUFIMISME
Majas eufimisme adalah sebuah majas yang menggunakan kata - kata yang lebih lembut supaya terlihat lebih sopan.
Contoh: Wanita tuna susila tersebut sedang mendapatkan penyuluhan mengenai bahaya penyaik AIDS.

* MAJAS SINEKDOKE
Majas sinekdoke adalah sebuah majas yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdoke dibedakan menjadi 2, yaitu: 
- PARS PRO TOTO
Aadalah sebuah majas yang menyebutkan salah satu bagian / sebagian untuk menggambarkan secara keseluruhan.
Contoh: tangan - tangan terampil mereka lah yang menciptakan rangkaian bunga yang cantik ini.

- TOTEM PRO PARTE
Adalah majas yang menyebutkan secara keseluruhan untuk menonjolkna sebagian hal saja.
Contoh: Masyarakat Indonesia gemar bermain bulutangkis.
  
II. MAJAS SINDIRAN
 * MAJAS IRONI
Adalah sebuah majas yang mengatakan sebaliknya dari kenyataan yang sebenarnya dan bertujuan untuk menyindir.
Contoh: terlalu cepat kamu datang sehingga undangan yang lain pun telah terlanjur meningalkan tempat ini

* MAJAS SINISME
Merupakan majas sindiran dengan menggunakan kata - kata yang kasar.
Contoh: Kupatahkan saja tanganmu kalau berulangkali mengambil barang milik orang lain.

* SARKASME
merupakan majas sindiran yang sangat kasar dan terdengar menyakitkan
Contoh: Dasar lintah darat, selalu saja tega meminta bunga yang tinggi kepada setiap orang yang pinjam uang.

 3. MAJAS PENEGASAN  
 * MAJAS PLEONASME
Merupakan majas yang menggunakan sepatah kata yang sebenarnya tidak perlu dikatakan lagi.
Contoh: Mobil baru milik ayah harus mundur ke belakang untuk bisa masuk ke dalam garasi

* REPETISI
Merupakan majas yang melukiskan sesuatu dengan mengulang kata berkali - kali
Contoh: Uang adalah lambang kemakmuran. Uang adalah simbol kesejahteraan. Uang adalah sesuatu yang selalu membuat orang semangat untuk mendapatkannya.

* MAJAS OKUPASI
Merupakan majas yang melukiskan sesuatu dengan bantahan namun kemudian diberikan penjelasan atau bisa juga diakhiri dengan sebuah kesimpulan.
Contoh: Kandungan kafein dalam kopi bisa membuat orang kecanduan. Namun penggemar kopi tetap tidak bisa menghentikan kebiasaan mengkonsumsi kopi. Tidak heran bila kahirnya muncul banyak coffee shop yang menyediakan aneka jenis kopi.
(indahf/Carapedia)

Pencarian Terbaru (100)
Majas. Macam macam majas. Majas dan contohnya. Macam macam majas dan contohnya. Jenis jenis majas. Contoh majas alegori. Contoh majas metonimia. Macam macam majas beserta contohnya. Jenis jenis majas dan contohnya. Contoh majas sinekdoke. Jenis majas dan contohnya. Jenis jenis majas beserta contohnya. Contoh majas litotes. Majas sinekdoke. Jenis majas. Macam macam majas beserta contoh. Contoh majas sinekdoke pars pro toto. Majas beserta contohnya. Macam majas dan contohnya. Contoh majas pars pro toto. Majas majas.
Jenis jenis majas beserta contoh. Macam majas. Macam macam majas perbandingan. Macam macam majas beserta contoh kalimatnya. Majas sinekdoke dan contohnya. Majas litotes. Kumpulan majas dan contohnya.
Contoh kalimat majas alegori. Majas metonimia dan contohnya. Macam majas beserta contohnya. Contoh majas pleonasme. Kumpulan majas beserta contohnya. Contoh litotes. Contoh kalimat majas paradoks.
Majas beserta contoh. Contoh kalimat majas litotes. Contoh sinekdoke. Contoh majas totem pro parte. Contoh macam macam majas. Kumpulan contoh majas. Macam macam majas perbandingan dan contohnya.
Majas dan contoh contohnya. Contoh majas sinekdoke totem pro parte. Macam2 majas. Macam macam majas dan contoh. Contoh majas sinekdok. Macam macam majas dan artinya. Contoh2 majas.
Kumpulan majas majas. Contoh majas eufimisme. Macam macam majas dan contoh kalimatnya. Majas totem pro parte. Majas perbandingan beserta contohnya. Contoh majas totem proparte. Majas sinekdok.
Macam macam majas beserta pengertiannya dan contohnya. Macam macam majas beserta pengertian dan contohnya. Contoh majas sinekdoke pars prototo. Contoh pars pro toto. 10 contoh majas metafora. Jenis jenis majas dan contoh. Jenis majas beserta contohnya.
Contoh contoh majas sinekdoke. Jenis dan contoh majas. Contoh kalimat sinekdoke. Macam macam contoh majas. Macam macam majas dan contoh nya. 10 contoh majas. Contoh sinekdoke pars pro toto.
Majas sinekdok dan contohnya. 100 macam majas. Macam2 majas dan contohnya. Macam macam majas beserta contoh nya. Macam macam majas beserta arti dan contohnya. Contoh majas okupasi. Contoh kalimat majas sinekdoke pars pro toto.
Majas sinekdoke pars pro toto dan contohnya. Pengertian majas sinekdoke. Macam macam majas perbandingan beserta contohnya. Jenis jenis majas dan contoh nya. Macam majas dan contoh. Contoh majas sinekdokhe. Mcam macam majas.
Contoh kalimat asosiasi. Jenis2 majas. Majas sinekdoke totem pro parte dan contohnya. Majas pars pro toto. Macam macam majas perumpamaan. Pengertian sinekdoke. Pengertian macam macam majas dan contohnya.
Contoh kalimat majas perumpamaan. Majas dan contoh nya. Macam macam majas penegasan dan contohnya. Macam macam majas dalam bahasa indonesia beserta contohnya. Macam mcam majas. 10 majas beserta contohnya. Majas eufimisme

Majas merupakan sebuah teknik khusus dengan cara menggunakan bahasa figuratif (bahasa yang digunakan secara ekspresif). Majas merupakan salah satu gaya bahasa. Walaupun hingga saat ini banyak masyarakat yang menganggap bahwa majas adalah gaya bahasa. Majas banyak digunakan dalam teks - teks sastra. Namun terjadang kita juga bisa menemukan majas dalam kehidupan sehari - hari dimana majas bertujuan untuk menekankan suatu hal tertentu.

Berikut ini adalah macam - macam majas dan contohnya:

I. MAJAS PERBANDINGAN

* MAJAS PERSONIFIKASI
Merupakan majas yang melukiskan suatu benda mati dengan memberikan sifat - sifat manusia kepada benda tersebut sehingga solah - olah benda tersebut adalah benda hidup.
Contoh: Adzan subuh pun bergema memanggil manggil umat Muslim untuk segera menunaikan ibadah Sholat Subuh

* MAJAS METAFORA
Majas Metafora adalah sebuah majas yang melukiskan sesuatu dengan melakukan perbandingan secara langsung dan tepat atas dasar sifat yang sama atau bisa juga yang hampir sama.
Contoh: Dewi rembulan telah bersemayam dengan cantiknya di peraduannya.

* MAJAS HIPERBOLA
Majas hiperbola adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan mengganti kalimat/kata yang sesungguhnya dengan kalimat atau kata - kata yang berlebihan dan lebih hebat pengertiannya.
Contoh: Seorang ayang membanting tulang demi menghidupi ke-8 anaknya.

* MAJAS LITOTES
majas litotes adalah sebuah majas yang menggambarkan sebuah keadaan dengan kalimat atau kata - kata yang memiliki arti yang berlawanan dengan arti yang sebenarnya. Fungsi dari majas litotes ini adalah untuk merendahkan diri.
Contoh: Apa yang telah kami lakukan untuk masyarakat sekitar sini hanyalah setitik air dalam samudra yang maha luas.

* MAJAS ASOSIASI
Majas asosiasi adalah sebuah majas yang membandingkan sesuatu dengan keadaan yang lain karena terdapat persamaan sifat.
Contoh: Sungguh rupawan wajah gadis itu, laksana putri raja khayangan.

* MAJAS METONIMIA
Majas metonimia adalah sebuah majas yang menggunakan merk dagang atau nama barang untuk melukiskan sesuau yang dipergunakan sehingga kata / kalimat tersebut dapat berasosiai dengan benda secara keseluruhan.
Contoh: Segar sekali tenggorokan ini setelah minum segelas aqua

* MAJAS EUFIMISME
Majas eufimisme adalah sebuah majas yang menggunakan kata - kata yang lebih lembut supaya terlihat lebih sopan.
Contoh: Wanita tuna susila tersebut sedang mendapatkan penyuluhan mengenai bahaya penyaik AIDS.

* MAJAS SINEKDOKE
Majas sinekdoke adalah sebuah majas yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdoke dibedakan menjadi 2, yaitu: 
- PARS PRO TOTO
Aadalah sebuah majas yang menyebutkan salah satu bagian / sebagian untuk menggambarkan secara keseluruhan.
Contoh: tangan - tangan terampil mereka lah yang menciptakan rangkaian bunga yang cantik ini.

- TOTEM PRO PARTE
Adalah majas yang menyebutkan secara keseluruhan untuk menonjolkna sebagian hal saja.
Contoh: Masyarakat Indonesia gemar bermain bulutangkis.
 II. MAJAS SINDIRAN

* MAJAS IRONI
Adalah sebuah majas yang mengatakan sebaliknya dari kenyataan yang sebenarnya dan bertujuan untuk menyindir.
Contoh: terlalu cepat kamu datang sehingga undangan yang lain pun telah terlanjur meningalkan tempat ini

* MAJAS SINISME
Merupakan majas sindiran dengan menggunakan kata - kata yang kasar.
Contoh: Kupatahkan saja tanganmu kalau berulangkali mengambil barang milik orang lain.

* SARKASME
merupakan majas sindiran yang sangat kasar dan terdengar menyakitkan
Contoh: Dasar lintah darat, selalu saja tega meminta bunga yang tinggi kepada setiap orang yang pinjam uang.


3. MAJAS PENEGASAN  

* MAJAS PLEONASME
Merupakan majas yang menggunakan sepatah kata yang sebenarnya tidak perlu dikatakan lagi.
Contoh: Mobil baru milik ayah harus mundur ke belakang untuk bisa masuk ke dalam garasi

* REPETISI
Merupakan majas yang melukiskan sesuatu dengan mengulang kata berkali - kali
Contoh: Uang adalah lambang kemakmuran. Uang adalah simbol kesejahteraan. Uang adalah sesuatu yang selalu membuat orang semangat untuk mendapatkannya.

* MAJAS OKUPASI
Merupakan majas yang melukiskan sesuatu dengan bantahan namun kemudian diberikan penjelasan atau bisa juga diakhiri dengan sebuah kesimpulan.
Contoh: Kandungan kafein dalam kopi bisa membuat orang kecanduan. Namun penggemar kopi tetap tidak bisa menghentikan kebiasaan mengkonsumsi kopi. Tidak heran bila kahirnya muncul banyak coffee shop yang menyediakan aneka jenis kopi.
(indahf/Carapedia)

Pencarian Terbaru (100)
Majas. Macam macam majas. Majas dan contohnya. Macam macam majas dan contohnya. Jenis jenis majas. Contoh majas alegori. Contoh majas metonimia.
Macam macam majas beserta contohnya. Jenis jenis majas dan contohnya. Contoh majas sinekdoke. Jenis majas dan contohnya. Jenis jenis majas beserta contohnya. Contoh majas litotes. Majas sinekdoke.
Jenis majas. Macam macam majas beserta contoh. Contoh majas sinekdoke pars pro toto. Majas beserta contohnya. Macam majas dan contohnya. Contoh majas pars pro toto. Majas majas.
Jenis jenis majas beserta contoh. Macam majas. Macam macam majas perbandingan. Macam macam majas beserta contoh kalimatnya. Majas sinekdoke dan contohnya. Majas litotes. Kumpulan majas dan contohnya.
Contoh kalimat majas alegori. Majas metonimia dan contohnya. Macam majas beserta contohnya. Contoh majas pleonasme. Kumpulan majas beserta contohnya. Contoh litotes. Contoh kalimat majas paradoks.
Majas beserta contoh. Contoh kalimat majas litotes. Contoh sinekdoke. Contoh majas totem pro parte. Contoh macam macam majas. Kumpulan contoh majas. Macam macam majas perbandingan dan contohnya.
Majas dan contoh contohnya. Contoh majas sinekdoke totem pro parte. Macam2 majas. Macam macam majas dan contoh. Contoh majas sinekdok. Macam macam majas dan artinya. Contoh2 majas.
Kumpulan majas majas. Contoh majas eufimisme. Macam macam majas dan contoh kalimatnya. Majas totem pro parte. Majas perbandingan beserta contohnya. Contoh majas totem proparte. Majas sinekdok.
Macam macam majas beserta pengertiannya dan contohnya. Macam macam majas beserta pengertian dan contohnya. Contoh majas sinekdoke pars prototo. Contoh pars pro toto. 10 contoh majas metafora. Jenis jenis majas dan contoh. Jenis majas beserta contohnya.
Contoh contoh majas sinekdoke. Jenis dan contoh majas. Contoh kalimat sinekdoke. Macam macam contoh majas. Macam macam majas dan contoh nya. 10 contoh majas. Contoh sinekdoke pars pro toto.
Majas sinekdok dan contohnya. 100 macam majas. Macam2 majas dan contohnya. Macam macam majas beserta contoh nya. Macam macam majas beserta arti dan contohnya. Contoh majas okupasi. Contoh kalimat majas sinekdoke pars pro toto.
Majas sinekdoke pars pro toto dan contohnya. Pengertian majas sinekdoke. Macam macam majas perbandingan beserta contohnya. Jenis jenis majas dan contoh nya. Macam majas dan contoh. Contoh majas sinekdokhe. Mcam macam majas.
Contoh kalimat asosiasi. Jenis2 majas. Majas sinekdoke totem pro parte dan contohnya. Majas pars pro toto. Macam macam majas perumpamaan. Pengertian sinekdoke. Pengertian macam macam majas dan contohnya.
Contoh kalimat majas perumpamaan. Majas dan contoh nya. Macam macam majas penegasan dan contohnya. Macam macam majas dalam bahasa indonesia beserta contohnya. Macam mcam majas. 10 majas beserta contohnya. Majas eufimisme.


bumi



bahan utama bumi adalah besi dan silikat. bahan lain adalah unsur yang bersifat radio aktif. bahan besi cenderung mengendap ke pusat menjadi inti bumi (suhu: 3900 C). sedangkan bahan silikat berada di atas bahan besi. 

http://fajriyah.blog.uns.ac.id/files/2009/09/picture5.jpg

panas di dalam bumi menyebabkan bahan cairnya selalu bergerak, Gerakan ini yang menimbulkan pergeseran benua, pembentukan gunung, serta gempa bumi.

TEORI APUNGAN
Alfred Weneger (1912) berpendapat bahwa "benua berjalan seperti rakit di atas air". Para ahli juga berpendapat bahwa benua benua dulu pernah bersatu menjadi satu Superbenua bernama Pangea.

TEORI LEMPENG TEKTONIK
Teori ini menyatakan bahwa benua benua kerak bumi selalu bergeser, teori ini mendukung adanya hanyutan benua. Kerak bumi terbagi tujuh lempeng utama:
Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, Lempeng Australia, Lempeng Antartika, Lempeng Amerika Utara, Lempeng Amerika Selatan, dan Lempeng Afrika.
berikut beberapa bukti terjadinya pergerakan lempeng tektonik: 
1.      Persamaan garis kontur pantai timur Benua Amerika dengan garik kontur pantai barat Benua Eropa dan 
2.      Afrika
3.      Greenland menjauhi eropa dengan kecepatan 36 meter/tahun
4.      Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan kecepetan 9 meter/tahun
5.      Adanya kegiatan seismik di patahan St. Andreas
6.      Samudra Atlantik semakin luar karena Benua Amerika terus bergerak ke barat
7.      Batas Samudra Hindia terus mendesak ke utara

A. L. Du Toit menduga bahwa awal mula benua ada dua yaitu bagian utara dan bagian selatan, keduanya dipisahkan laut Thetys. Benua utara bernama Laurasia: membentuk Benua Eropa, Asia, Amerika Utara, dan Greenland. Benua selatan bernama Gondwana: membentuk Amerika Selatan, India, Australia, Afrika, dan Antartika.

TIPE GERAKAN LEMPENG BUMI
Gerakan lempeng bumi dibedakan menjadi 3 macam:
Gerakan Divergen ( diverse = menjauh)
gerakan tektonik yang saling menjauh, dampak gerakan ini mengakibatkan terbentuknya parit samudra dan pematang. kecepatan 2-10 cm per tahun.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZWn1uyjyzNzunYiM5FAIFhHaQAjvYyaTKFva4TSLJLVl0tqcv3zWrsei4aOWrUoI7OCxDw120se_BrvVUxKOuvMQCfR3g_a59QoLR1a7ElbVxVSNV2A6aBeccCyOhdo1QM8nyo-Bz9GCn/s320/divergen2.jpg
Gerakan Konvergen (converse = bertemu / berbicara)
gerakan lempeng yang saling menumbuk dengan yang lainnya (bertemu). hasil bentukan dari gerakan ini adalah pegunungan
http://gedbinlink.files.wordpress.com/2008/12/pergerakan-lempeng-secara-konvergen.jpg


Gerakan Transform (bersebrangan)
gerakan yang terjadi apabila lempeng saling bergesekan berlawanan arah, apabila gerakan ini terjadi akan menimbulka sesar perubahan bentuk
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlffHKOZGJgZKopQsyHnLlz78eOq8luia0BzFCPIywqahWln_Ft5gKOanM1NEuXqB-tZ3faLHP5MiGJWRW3jyqulloASzNrm47ey_PbdmH1XigZtIsyOy-tzdzCaayzMqq1NlomFVpFkc/s320/transform+fault.jpg



An-Nahl 16:15 “Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.”
An-Nahl 16:15 “Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.”
An-Naml 27:88 “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Menurut teori Lempeng Tektonik, lapisan terluar bumi kita terbuat dari suatu lempengan tipis dan keras yang masing-masing saling bergerak relatif terhadap yang lain. Gerakan ini terjadi secara terus-menerus sejak bumi ini tercipta hingga sekarang. Teori Lempeng Tektonik muncul sejak tahun 1960-an, dan hingga kini teori ini telah berhasil menjelaskan berbagai peristiwa geologis, seperti gempa bumi, tsunami, dan meletusnya gunung berapi, juga tentang bagaimana terbentuknya gunung, benua, dan samudra.
Lempeng tektonik terbentuk oleh kerak benua (continental crust) ataupun kerak samudra (oceanic crust), dan lapisan batuan teratas dari mantel bumi (earth’s mantle). Kerak benua dan kerak samudra, beserta lapisan teratas mantel ini dinamakan litosfer. Kepadatan material pada kerak samudra lebih tinggi dibanding kepadatan pada kerak benua. Demikian pula, elemen-elemen zat pada kerak samudra (mafik) lebih berat dibanding elemen-elemen pada kerak benua (felsik).
Di bawah litosfer terdapat lapisan batuan cair yang dinamakan astenosfer. Karena suhu dan tekanan di lapisan astenosfer ini sangat tinggi, batu-batuan di lapisan ini bergerak mengalir seperti cairan (fluid).
Litosfer terpecah ke dalam beberapa lempeng tektonik yang saling bersinggungan satu dengan lainnya. Berikut adalah nama-nama lempeng tektonik yang ada di bumi, dan lokasinya bisa dilihat pada Peta Tektonik antara lain;
Lempeng Tektonik
• Pasifik
• Arab
• Amerika Utara
• Philipina
• Eurasia
• Fiji
• Afrika
• Juan de Fuka
• Antartika
• Karibia
• Indo-Australia
• Kokos
• Amerika Selatan
• Nazka
• India
• Skotia
http://balitbangda.kutaikartanegarakab.go.id/wp-content/uploads/2010/11/tektonik-in-d-world1-150x150.jpg
Pada awalnya ada dua benua besar di bumi ini yaitu Laurasia dan Gondwana kemudian kedua benua ini bersatu sehingga hanya ada satu benua besar (supercontinent) yang disebut Pangaea dan satu samudera luas atau yang disebut Panthalassa (270 jt th yll). Dari supercontinent ini kemudian terpecah lagi menjadi Gondwana dan Laurasia (150 jt th yll) dan akhirnya terbagi-bagi menjadi lima benua seperti yang dikenal dan ditempati oleh manusia sekarang. Terpecah-pecahnya benua ini menghasilkan dua sabuk gunung api yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediteranean yang keduanya melewati Indonesia. Mekanisme penyebab terpecahnya benua ini bisa diterangkan oleh Teori Tektonik Lempeng sebagai berikut :
1.Penyebab dari pergerakan benua-benua dimulai oleh adanya arus konveksi (convection current) dari mantle (lapisan di bawah kulit bumi yang berupa lelehan). Arah arus ini tidak teratur, bisa dibayangkan seperti pergerakan udara/awan atau pergerakan dari air yang direbus. Terjadinya arus konveksi terutama disebabkan oleh aktivitas radioaktif yang menimbulkan panas.
2.Dalam kondisi tertentu dua arah arus yang saling bertemu bisa menghasilkan arus interferensi yang arahnya ke atas. Arus interferensi ini akan menembus kulit bumi yang berada di atasnya. Magma yang menembus ke atas karena adanya arus konveksi ini akan membentuk gugusan pegunungan yang sangat panjang dan bercabang-cabang di bawah permukaan laut yang dapat diikuti sepanjang samudera-samudera yang saling berhubungan di muka bumi. Lajur pegunungan yang berbentuk linear ini disebut dengan MOR (Pematang Tengah Samudera) dan merupakan tempat keluarnya material dari mantle ke dasar samudera. MOR mempunyai ketinggian melebihi 3000 m dan lebarnya lebih dari 2000 km, atau melebihi ukuran Pegunungan Alpen dan Himalaya yang letaknya di daerah benua. MOR Atlantik (misalnya) membentang dengan arah utara-selatan dari lautan Arktik melalui poros tengah samudera Atlantik ke sebelah barat Benua Afrika dan melingkari benua itu di selatannya menerus ke arah timur ke Samudera Hindia lalu di selatan Benua Australia dan sampai di Samudera Pasifik. Jadi keberadaan MOR mengelilingi seluruh dunia.
3.Kerak (kulit) samudera yang baru, terbentuk di pematang-pematang ini karena aliran material dari mantle. Batuan dasar samudera yang baru terbentuk itu lalu menyebar ke arah kedua sisi dari MOR karena desakan dari magma mantle yang terus-menerus dan juga tarikan dari gaya gesek arus mantle yang horisontal terhadap material di atasnya. Lambat laun kerak samudera yang terbentuk di pematang itu akan bergerak terus menjauh dari daerah poros pematang dan ‘mengarungi’ samudera. Gejala ini disebut dengan Pemekaran Lantai Samudera (Sea Floor Spreading).
4.Keberadaan busur kepulauan dan juga busur gunung api serta palung Samudera yang memanjang di tepi-tepi benua merupakan fenomena yang dapat dijelaskan oleh Teori Tektonik Lempeng yaitu dengan adanya proses penunjaman (subduksi). Oleh karena peristiwa Sea Floor Spreading maka suatu saat kerak samudera akan bertemu dengan kerak benua sehingga kerak samudera yang mempunyai densitas lebih besar akan menunjam ke arah bawah kerak benua. Dengan adanya zona penunjaman ini maka akan terbentuk palung pada sepanjang tepi paparan benua, dan juga akan terbentuk kepulauan sepanjang paparan benua oleh karena proses pengangkatan. Kerak samudera yang menunjam ke bawah ini akan kembali ke mantle atau jika bertemu dengan batuan benua yang mempunyai densitas sama atau lebih besar maka akan terjadi mixing antara material kerak samudera dengan benua membentuk larutan silikat pijar atau magma. (Proses mixing terjadi pada kerak benua sehingga tidak akan lebih dalam dari 30 km di bawah permukaan bumi). Karena sea floor spreading terus berlangsung maka magma hasil mixing yang terbentuk akan semakin besar sehingga akan menerobos batuan-batuan di atasnya sampai akhirnya muncul ke permukaan bumi membentuk deretan gunung api.
Pergerakan Lempeng (Plate Movement)
Berdasarkan arah pergerakannya, perbatasan antara lempeng tektonik yang satu dengan lainnya (plate boundaries) terbagi dalam 3 jenis, yaitu divergen, konvergen, dan transform. Selain itu ada jenis lain yang cukup kompleks namun jarang, yaitu pertemuan simpang tiga (triple junction) dimana tiga lempeng kerak bertemu.
1.Batas Divergen
divergenTerjadi pada dua lempeng tektonik yang bergerak saling memberai (break apart). Ketika sebuah lempeng tektonik pecah, lapisan litosfer menipis dan terbelah, membentuk batas divergen.Pada lempeng samudra, proses ini menyebabkan pemekaran dasar laut (seafloor spreading). Sedangkan pada lempeng benua, proses ini menyebabkan terbentuknya lembah retakan (rift valley) akibat adanya celah antara kedua lempeng yang saling menjauh tersebut. Pematang Tengah-Atlantik (Mid-Atlantic Ridge) adalah salah satu contoh divergensi yang paling terkenal, membujur dari utara ke selatan di sepanjang Samudra Atlantik, membatasi Benua Eropa dan Afrika dengan Benua Amerika.
2.Batas Konvergen
konvergenTerjadi apabila dua lempeng tektonik tertelan (consumed) ke arah kerak bumi, yang mengakibatkan keduanya bergerak saling menumpu satu sama lain (one slip beneath another). Wilayah dimana suatu lempeng samudra terdorong ke bawah lempeng benua atau lempeng samudra lain disebut dengan zona tunjaman (subduction zones). Di zona tunjaman inilah sering terjadi gempa. Pematang gunung-api (volcanic ridges) dan parit samudra (oceanic trenches) juga terbentuk di wilayah ini.
3.Batas Transform
Transform Terjadi bila dua lempeng tektonik bergerak saling menggelangsar (slide each other), yaitu bergerak sejajar namun berlawanan arah. Keduanya tidak saling memberai maupun saling menumpu. Batas transform ini juga dikenal sebagai sesar ubahan-bentuk (transform fault). san andreas fault Batas transform umumnya berada di dasar laut, namun ada juga yang berada di daratan, salah satunya adalah Sesar San Andreas (San Andreas Fault) di California, USA. Sesar ini merupakan pertemuan antara Lempeng Amerika Utara yang bergerak ke arah tenggara, dengan Lempeng Pasifik yang bergerak ke arah barat laut. (Sumber: The Dynamic Earth, USGS)
Kondisi Geologi Dinamis Indonesia
Kepulauan Indonesia terbentuk karena proses pengangkatan sebagai akibat dari penunjaman (subduksi). Lempeng (kerak) yang saling berinteraksi adalah Kerak Samudera Pasifik dan Hindia yang bergerak sekitar 2-5 cm per tahun terhadap Kerak Benua Eurasia. Jadi Indonesia merupakan tempat pertemuan 3 lempeng besar sehingga Indonesia merupakan salah satu daerah yang memiliki aktivitas kegempaan yang tertinggi di dunia. Terdapat dua sabuk gunung api yang melewati Indonesia yaitu Sirkum Mediteranean sebagai akibat penunjaman Kerak Samudera Hindia ke dalam Kerak Benua Eurasia, dan Sirkum Pasifik sebagai akibat penunjaman Kerak Samudera Pasifik ke dalam Kerak Benua Eurasia. Dari uraian di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai pelajaran bagi kita:
1.Gunung api selalu bergerak (dalam skala waktu geologi) mengikuti pergerakan benua-benua karena adanya dinamisme mantle bumi (arus konveksi). Fenomena ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an, “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. 27:88)
2.Gunung api muncul karena tekanan yang tinggi pada magma hasil mixing sehingga akan menerobos ke atas. Andaikan saja magma ini tidak bisa menerobos ke atas membentuk gunung-gunung api maka tentulah akan tersimpan tekanan pada dapur magma yang sangat besar dan akan terus bertambah karena penunjaman masih terus berlangsung. Dengan demikian pada kondisi seperti itu apabila batuan sekitar yang menampung magma tersebut terlampaui batas elastisitasnya maka akan terjadi bencana gempa bumi vulkanik yang teramat sangat hebatnya. Fenomena ini pun telah tersurat dalam Al-Qur’an, “Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. 16:15)
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. 55:13) Maha Benar Allah atas segala firman-Nya.
Jalur Tektonik dan Gunung Api di Indonesia (ring of fire)
Peta Tektonik Indonesia
Peta Tektonik dan Gunung Berapi di Indonesia. Garis biru melambangkan batas antar lempeng tektonik, dan segitiga merah melambangkan kumpulan gunung berapi. (Sumber: MSN Encarta Encyclopedia)
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, subduksi antara dua lempeng menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi dan parit samudra. Demikian pula subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi yang tak lain adalah Bukit Barisan di Pulau Sumatra dan deretan gunung berapi di sepanjang Pulau Jawa, Bali dan Lombok, serta parit samudra yang tak lain adalah Parit Jawa (Sunda).
Lempeng tektonik terus bergerak. Suatu saat gerakannya mengalami gesekan atau benturan yang cukup keras. Bila ini terjadi, timbullah gempa dan tsunami, dan meningkatnya kenaikan magma ke permukaan. Jadi, tidak heran bila terjadi gempa yang bersumber dari dasar Samudra Hindia, yang seringkali diikuti dengan tsunami, aktivitas gunung berapi di sepanjang pulau Sumatra dan Jawa juga turut meningkat.
Hungungan Antara Pergerakan Tektonik dg Terjadinya Gunung Api