Sabtu, 04 Mei 2013

Penggunaan Pembelajaran IPA dengan Metode Pemecahan Masalah



 
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan bertujuan untuk berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
 
Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 mengatakan bahwa, proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan  secara interaktif, interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik.
 
Pencapaian keberhasilan pembelajaran sudah barang tentu dibutuhkan pengajar yang professional dalam bidangnya, program yang bermutu, manajemen, kurikulum, sarana prasarana, lingkungan yang mendukung, sehingga proses belajar menjadi  factor yang menyenangkan bagi peserta didik.
Sesuai dengan pendapat Sanjaya, (2007:107) proses pembelajaran dikatakan berhasil sesuai dengan tujuan yang diharapkan bergantung pada beberapa hal, antara lain guru, siswa, manajemen, kurikulum, lingkungan, masyarakat, serta tak kalah pentingnya adalah sarana prasarana. Secara garis besar kegiatan belajar, mengajar dikatakan sukses dilihat dari pencapaian ketuntasan belajar.
Dalam proses pelajaran IPA yang selama ini kurang efektif, oleh sebab itu peneliti ingin mencoba untuk membelajarkan siswa dalam bidang studi IPA dengan menggunakan metode pemecahan masalah, karena dalam pelaksanaanya metode pemecahan masalah menekankan kepada siswa untuk mampu menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis. Dengan kata lain siswa tidak hanya sekadar mendengarkan, mencatat, kemudian menghafal materi pelajaran, akan tetapi siswa aktif berfikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data dan akhirnya menyimpulkan.  Metode pemecahan masalah menuntut siswa  berfikir secara ilmiah untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapinya. Metode pemecahan masalah  tidak hanya mengembangkan aspek kognitif pada siswa, tetapi juga mampu mengembangkan aspek afektif dan psikomotor melalui penghayatan secara internal akan problema yang dihadapi, selain itu penggunaan metode pemecahan masalah merupakan sebagai wahana untuk mempersiapkan siswa agar dapat hidup di masyarakat karena pada kenyataannya setiap manusia akan selalu dihadapkan kepada masalah, mulai dari yang masalah yang sederhana sampai kepada masalah yang kompleks. Melalui metode pemecahan masalah diharapkan siswa dapat berfikir sistematis dan logis untuk menemukan sendiri alternatif pemecahan masalah melalui eksplorasi data secara empiris, hal di atas sesuai dengan yang ditegaskan Wina (2009:216) yaitu metode pemecahan masalah  adalah, “ Rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses berfikir kritis, berkomunikasi, mencari dan mengolah data serta mengambil kesimpulan. “
Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) merupakan salah satu mata pelajaran yaag di ajarkan di SD. Melalui mata pelajaran IPA  siswa diarahkan untuk dapat memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa atas segala yang ada baik keindahan maupun keteraturan alam ciptaan-Nya. Dalam pembelajaran IPA siswa diharapkan dapat menerapkan konsep-konsep pembelajaran IPA dalam kehidupannya sehari-hari dan mampu mengembangkan rasa ingin tahu tentang adanya hubungan saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat. Pembelajaran IPA mendidik siswa untuk dapat mengembangkan ketrampilan proses untuk menyelidiki alam dan mampu memecahkan permasalahan serta membuat sebuah keputusan. Dengan pembelajaran IPA siswa memiliki kesadaran untuk dapat menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai ciptaan Tuhan dan memperoleh bekal pengetahuan, konsep, serta keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan.
 Hal di atas ditegaskan dalam Depdiknas  (2006:484) bahwa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bertujuan agar siswa dapat memiliki kemampuan:
1) Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaan-Nya, 2) mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, 3) mengembangkan sikap rasa ingin tahu sikap positif tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi, dan masyarakat, 4) mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar dan memecahkan masalah dan membuat keputusan, 5) meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan alam, 6) meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan, 7) memperoleh bekal pengetahuan, konsep, dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.

Selain itu IPA adalah ilmu yang mempelajari tentang cara mencari tahu tentang alam secara sistimatis sehingga IPA tidak hanya menguasai ketrampilan, pengetahuan yang berupa fakta-fakta dan konsep tetapi merupakan suatu proses penemuan, sesuai dengan yang dijelaskan dalam Depdiknas (2004:3) tentang pembelajaran  IPA adalah : “IPA berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya sekedar penguasaan keterampilan, pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan proses penemuan”
           Kenyataan yang peneliti  temui di SD 41 Lubuk Minturun Kec, Koto Tangah Padang, data rekapitulasi nilai siswa kelas V pada akhir semester II tahun 2009 dan 2010, nilai rata-rata mata pelajaran IPA berada pada posisi terendah dibanding dengan mata pelajaran lainnya. Hal ini dapat disebabkan oleh proses pembelajaran masih secara konvensional dan manajemen  kelas yang kurang efektif , sehingga dalam pembelajaran sering terlihat 1) Siswa sering berbicara dengan teman sebangku saat pembelajaran berlangsung, 2) Siswa kurang mampu mengkomunikasikan pengalaman belajar pada orang lain, 3) Siswa kurang mampu untuk memecahkan masalah, 4) Siswa kurang mampu mengambil kesimpulan dari materi pembelajaran, 5) Siswa kurang berani mengajukan pertanyaan dalam proses pembelajaran, 6) Persentase pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) di bawah standar minimal.
            Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti ingin mengangkat judul penelitian yaitu   Penggunaan Metode Pemecahan Masalah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA  Siswa Kelas V SD N 41 Lubuk Minturun Kec. Koto Tangah Kota Padang.”
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang  di atas, rumusan masalah secara umum dapat peneliti rumuskan :  Bagaimanakah penggunaan metode  Pemecahan Masalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SD N 41 Lubuk Minturun Kec. Koto Tangah Kota Padang? Rumusan masalah secara khusus :
1.    Bagaimana perencanaan pembelajaran IPA dengan menggunakan metode Pemecahan Masalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas V SD N 41 Lubuk Minturun Kec. Koto Tangah Kota Padang?
2.    Bagaimana Pelaksanaan  pembelajaran IPA dengan menggunakan metoda Pemecahan Masalah untuk meningkatan hasil belajar  siswa di kelas V SDN 41 Lubuk Minturun Kec. Koto Tangah Kota Padang?
3.    Bagaimana hasil pembelajaran IPA dengan menggunakan metoda Pemecahan Masalah dapat meningkatkan hasil belajar  siswa di kelas V SDN 41 Lubuk Minturun Kec. Koto Tangah Kota Padang?
C.    Tujuan Penelitian
Sejalan dengan rumusan permasalahan di atas, peneliti ingin mendeskripsikan bagaimana Penggunaan  Metode Pemecahan Masalah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SD N 41 Lubuk Minturun Kec. Koto Tangah Kota Padang, dengan melakukan :
1.      Mendeskripsikan perencanaan  pembelajaran IPA dengan menggunakan metoda pemecahan masalah dalam meningkatan hasil belajar IPA siswa kelas V  SDN 41 Lubuk Minturun Kec. Koto Tangah kota Padang.
2.      Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran IPA dengan menggunakan metoda pemecahan masalah  dalam meningkatan hasil belajar IPA siswa kelas V  SD N 41 Lubuk Minturun Kec. Koto Tangah kota Padang.
3.      Mendeskripsikan hasil pembelajaran IPA dengan menggunakan metoda pemecahan masalah  dalam peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas V  SDN 41 Lubuk Minturun Kec. Koto Tangah kota Padang.

D.    Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah :
1.      Bagi Kepala Sekolah
Sebagai bahan pertimbangan dalam memberi bimbingan untuk peningkatan hasil belajar IPA terhadap guru di SDN 41 Lubuk Minturun kec. Koto Tangah.
2.      Bagi guru
Menambah wawasan guru tentang manfaat dan cara penggunaan metode pemecahan masalah dalam pembelajaran IPA.
  1. Bagi peneliti
Mengadakan inovasi pembelajaran dengan metode pemecahan masalah dalam rangka mewujudkan proses pembelajaran yang berkwalitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar